Bahaya Menyalip Di Area Blind Spot

Bahaya Menyalip Di Area Blind Spot

Home » Stories » Bahaya Menyalip Di Area Blind Spot
Boyo Maladi | 02 August 2021

Ketika sedang balapan, di trek lurus seorang pembalap biasanya akan menempel lawan di depan sedekat mungkin. Tujuannya untuk menghindar terpaan angin dari depan yang akan menghambat laju motor. 

Setelah mendekati tikungan, biasanya pembalap akan keluar dari jalur lawan, dan langsung gas pol untuk melewatinya. 

Nah, teknik seperti ini biasa disebut slipstream dan sering dilakukan pembalap seperti Marc Marquez di arena MotoGP.

“Yang perlu dijadikan catatan, gaya menyalip seperti ini tidak direkomendasikan di jalan raya,” buka Gerry Salim, pembalap kelahiran Surabaya yang tergabung dalam 76Rider Supermoto (SM) Squad, dan sampai sekarang malang melintang mengikuti ajang kejuaraan internasional road race. 

Saat itu, 76Rider bertanya pada Gerry, apakah ketika berkendara di jalan raya juga melakukan teknik yang sama ketika di lintasan balap.

“Beda jauh, sehingga tidak bisa diterapkan. Apalagi jika mengacu pada safety riding yang harus memperhatikan keselamatan orang lain,” tukas Gerry.

Sirkuit balap adalah arena tertutup sehingga pembalap aman dan bisa memacu kendaraan sekencang mungkin, serta melakukan manuver-manuver seperti overtaking (menyalip) atau cornering (melibas tikungan).

Di tengah perbincangan, justru Gerry mengingatkan bahaya blind spot.

Blind spot adalah kondisi saat kita tidak dapat melihat objek yang berada di sekeliling. Jika hal ini terjadi ketika sedang berkendara, tentu akan sangat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Gerry mencontohkan yang kerap terjadi di jalan raya, seorang pengendara motor menguntit terlalu dekat kendaraan di depannya.

“Karena terlalu dekat, tentu jarak pandangnya terbatas, sehingga tidak tahu dari arah depan apakah ada kendaraan dari arah lain atau tidak,” kata Gerry.

Nah dalam kondisi seperti ini, Gerry menyarankan untuk tidak menyalip kendaraan di depan. Apalagi jika kendaraan di depan berdimensi lebar, seperti truk atau trailer.

“Akan lebih aman jika kita jaga jarak kira-kira dari kendaraan di depan. Dengan demikian, kita masih bisa melihat kondisi lalu lintas di depan,” kata Gerry.

Selain itu, menurut Gerry, jaga jarak aman ini juga berguna jika terjadi pengereman mendadak kendaraan yang ada di depan.

“Jika terjadi pengereman mendadak, kita masih ada kesempatan untuk menghindar,” tukasnya.

Setelah memastikan kondisi sekitar aman untuk menyalip, berikutnya adalah menyalakan lampu sein untuk menginformasikan kepada pengguna jalan yang lain, bahwa kita akan menyalip.

“Pastikan juga melihat kaca spion, untuk memantau tidak ada kendaraan dari belakang,” pesan Gerry. 

Menanggapi pengendara motor yang meniru gaya pembalap ketika menyalip, Gerry menganjurkan akan lebih baik dan aman jika dilakukan di trek tertutup.

“Ingat jalan raya itu bukan sirkuit balap jadi bukan peruntukannya untuk menyalip seperti itu,” tutup Gerry. (BM)



MORE STORIES