Dimas | 28 February 2026
Berkendara di pasir dalam motocross bukan hanya sekadar gas dan rem. Pasir menuntut teknik, ritme, dan fokus yang jauh berbeda dari tanah keras atau lumpur, karena grip yang minim dan permukaan yang berubah-ubah membuat sand riding menjadi medan paling melelahkan namun paling jujur di motocross.
Grip, Glide, and Go: Essential Sand Riding Techniques
1. Membaca dan menaklukkan trek pasir
Pasir memiliki karakter yang unik karena terus bergeser di bawah roda, menyulitkan ban untuk mendapatkan grip yang stabil, sehingga rider harus menyesuaikan teknik berkendara secara signifikan. Dilansir MotoLoko, salah satu prinsip penting saat riding di pasir adalah postur tubuh dan distribusi berat badan, dengan posisi agak mundur dan berdiri di footpeg, lo bisa menjaga roda depan tetap ringan agar tidak cepat menembus permukaan pasir yang lemah.
Selain itu, momentum adalah kunci. Menjaga throttle tetap stabil dan halus membantu roda tetap meluncur di permukaan pasir tanpa terbenam. Akselerasi yang tiba-tiba justru bisa membuat ban belakang menggali lebih dalam ke pasir, melambatkan laju atau bahkan membuat motor mogok.
Lo juga harus melihat jauh ke depan bukan hanya di bawah roda, untuk membaca perubahan tekstur dan mencari jalur yang relatif lebih padat atau lebih datar. Ini membantu menavigasi pasir dengan lebih pantas dan meminimalkan kehilangan kontrol.
2. Teknik sand riding yang efektif
• Posisi berdiri & distribusi berat:
Selalu berdiri di footpeg dan mendorong berat badan ke belakang memberikan grip yang lebih baik pada roda belakang, sementara kepala dan mata tetap fokus ke arah lintasan sehingga lo bisa buat keputusan dengan cepat.
• Throttle halus & momentum:
Hindari throttle agresif. Kecepatan konstan menjaga momentum agar motor tidak mudah tenggelam di pasir. Semakin lambat lo melaju, semakin besar kemungkinan ban belakang menggali ke bawah.
• Tekanan ban & setup motor:
Dilansir Sixten Environmental, menurunkan tekanan ban sedikit dapat meningkatkan tapak ban yang bersentuhan dengan pasir, memberi traksi lebih baik. Namun, ini juga harus diimbangi dengan penyesuaian suspensi agar tidak membuat motor terlalu “membungkuk”.
3. Kenapa pasir adalah medan paling melelahkan dan paling jujur
Pasir menguji stamina fisik rider, karena lo terus mengoreksi posisi tubuh dan menahan getaran saat motor bergerak tak menentu di permukaan lembut. Ini berarti otot core dan kaki bekerja lebih keras dibandingkan ketika berkendara di tanah padat. Dilansir VMX Media, trek seperti Lommel dalam seri MXGP bahkan terkenal sebagai “neraka pasir” karena kombinasi pasir yang sangat halus dan kebutuhan fisik dan teknis yang ekstrem untuk menyelesaikannya.
Medan pasir disebut sangat jujur karena di sana teknik lo sangat diuji. Kesalahan kecil pada throttle, distribusi berat, atau pengambilan jalur akan terlihat langsung tanpa ampun. Rider yang terlalu agresif tanpa teknik yang matang akan cepat kalah dengan rider yang mampu mempertahankan momentum halus dan posisi tubuh yang adaptif.
Secara keseluruhan, grip, glide, and go bukan sekadar slogan namun merupakan pendekatan inti untuk mengatasi tantangan pasir dalam motocross. Dengan memahami karakteristik pasir dan menerapkan teknik yang tepat, lo dapat menaklukkan arena dengan lebih percaya diri dan performa optimal.
Di motocross, kemenangan bukan selalu ditentukan oleh satu lap tercepat namun oleh kemampuan rider... read more
#76Rider MX Squad
Dalam motocross, memahami batasan diri (know your limits) bukan hanya meningkatkan performa, tetapi juga... read more
#76Rider MX Squad
High Point Raceway bukan sekadar trek motocross biasa. Selama lebih dari empat dekade, trek... read more
#76Rider MX Squad