Downhill Bike

How To Overcome Wet Track

Dimas | 11 February 2026

Downhill di kondisi wet track bukan sekadar tantangan cepat atau lambat, ini kesempatan lo latihan membaca medan yang benar-benar menguji insting, teknik, dan kesiapan gear. Saat tanah menjadi licin dan traksi menipis, mereka yang bisa berpikir cermat sebelum ban menyentuh tanah adalah rider jempolan.


1. Cara Membaca Trek Tanah Setelah Hujan
Saat hujan turun, permukaan tanah berubah drastis karena air membuat partikel tanah licin dan mengurangi traksi ban. Lo harus lebih peka terhadap beberapa hal:
- Lihat tekstur tanah dan warna permukaan
Bagian trek yang lebih gelap biasanya lebih lembap dan licin dan tanah yang lebih terang sudah mulai mengering dan lebih stabil. Dilansir Red Bull, ban yang diganti dengan ban wet-weather specific bisa membantu cengkeraman di medan seperti ini. 
- Fokus pada rute dengan batu atau akar yang sedikit menonjol
Menurut Pink Bike, bagian trek yang sedikit menonjol biasanya memberikan mechanical grip yang merupakan kemampuan ban untuk “menggenggam” medan  licin.
- Hindari area permukaan yang terlalu slick
Permukaan batu besar atau akar yang benar-benar basah sangat licin, sehingga membuat ban kehilangan grip. Jika memungkinkan, cari jalur sedikit ke samping di mana traksi masih ada. 


2. Persiapan Sebelum Race di Trek Basah
Persiapan sebelum turun adalah kunci agar performa tetap optimal meski trek basah:
- Sesuaikan ban
Gunakan ban khusus kondisi basah yang punya tapak lebih agresif untuk membantu traksi. Dengan sedikit menurunkan tekanan maka bisa membantu ban lebih “menggenggam” tanah yang lunak. 
- Perhatikan sistem pengereman
Rem adalah sekutu utama saat trek basah. Pada laman Pink Bike lainnya, menukar brake pads standar dengan yang lebih optimal di kondisi basah sering disarankan oleh rider veteran. Rem yang baik dan responsif bikin lo punya kontrol lebih saat memasuki tikungan licin. 
- Setel perlindungan visual
Kabut, percikan air, dan lumpur dapat mengaburkan pandangan. Goggle atau pelindung mata yang tepat, bikin lo bisa melihat rute lebih jelas. 


3. Saat Race: Kontrol Kecepatan & Teknik
- Rem awal dan bergantian
Gunakan rem lebih awal dan modulate (atur tekanan rem secara bertahap) membantu lo tetap stabil sebelum memasuki bagian teknis terutama di tengah tikungan. 
- Posisi tubuh yang rileks namun siap bergerak
Sikap tubuh yang terlalu kaku membuat sepeda lebih mudah kepancing selip di tanah basah. Tetap rileks, siap mengikuti ricochet kecil roda saat permukaan berubah. 


4. Persiapan & Perawatan Setelah Race
Setelah turun di trek basah, sepeda akan banyak berlumpur dan berair:
- Bersihkan drivetrain & rem secepat mungkin
Air dan lumpur sangat cepat membuat bagian rantai, roda, dan rem berkarat atau aus jika dibiarkan kotor. Dilansir Rodalink, lakukan pembersihan menyeluruh untuk menjaga komponen tetap awet.
- Periksa kembali komponen tajam seperti rem, roda, dan suspensi
Medan basah dan licin bisa menyembunyikan serutan batu atau potongan keras yang bisa merusak komponen. Pemeriksaan rutin membantu menghindari kerusakan serius. 


Menguasai wet track adalah kemampuan membaca medan yang berubah, melakukan persiapan gear yang tepat, dan menerapkan teknik menuruni jalur basah yang efisien. Dengan ban yang tepat, rem yang responsif, dan pembacaan garis yang cermat, lo bisa menaklukkan trek basah. 
 

Share this story:

CHECK OUT OTHER STORIES

Mastering Loose Terrain

Medan yang berisikan batu-batu kecil dan debu kering sering menjadi tantangan tersendiri di downhill.... read more

#76Rider DH Squad

Track Analysis for Downhill Rider

Sebelum catatan waktu dicetak dan roda belakang menyentuh garis finish, perlombaan sebenarnya sudah dimulai... read more

#76Rider DH Squad

Greatest Downhill Races

Dunia downhill penuh dengan kecepatan, gravitasi dan keberanian para rider. Namun di antara ratusan balapan... read more

#76Rider DH Squad