Kenapa Pemain BMX Freestyle Enggan Melengkapi Diri Dengan Full Body Protector?

Kenapa Pemain BMX Freestyle Enggan Melengkapi Diri Dengan Full Body Protector?

Home » Stories » Kenapa Pemain BMX Freestyle Enggan Melengkapi Diri Dengan Full Body Protector?
Boyo Maladi | 25 June 2021

BMX Freestyle adalah salah satu cabang extreme sports. Dari sini, seharusnya setiap pemain disiplin mengenakan body protector. Baik saat latihan, maupun ketika berkompetisi.

Namun kenyataannya berbeda. Sering kali ditemui saat latihan, para pemain BMX Freestyle tampak tidak memakai pelindung tubuh. Kalau pun ada, sifatnya suka-suka. Ada yang pakai helm, ada yang tidak. Ada yang pakai knee protector, ada yang tidak. Begitu seterusnya.

Hal tersebut coba 76Rider tanyakan pada Wendy Purnama Putra, BMX freestyler ternama yang saat ini tergabung dalam 76Rider BMX Freestyle.

Seperti yang pernah diulas sebelumnya, menurut Wendy, BMX freestyle berbeda dengan extreme sports lainnya seperti BMX race, atau cabang olahraga sepeda yang lain seperti mountain bike atau downhill.

“BMX freestyle ini lebih ke arah lifestyle atau gaya hidup. Jadi outfit yang dikenakan para pemainnya mencerminkan hal itu. Sepatu kets, topi, celana jeans…” buka Wendy.

Apalagi untuk BMX Street atau Flatland.

“Penampilan mereka kayak orang mau dolan aja. Padahal mereka juga melakukan beberapa trik yang bisa bahaya juga,” ungkap Wendy.

Lanjut Wendy, hal yang sama pun juga dilakukan pemain pro dunia.

“Juga pada enggak pakai protector,” kata Wendy.

Saat kompetisi pun kadang pemakaian body protector ini tidak terlalu dipermasalahkan. “Tergantung penyelenggaranya aja. Kalau pun ada paling helm,” tukasnya.

Paling beda BMX Park yang banyak melakukan trik terbang tinggi. Menurut Wendy para pemain sudah pada sadar diri akan keselamatan diri, sehingga pemakaian body protector jadi menu wajib.

Lantas bagaimana upaya untuk menyadarkan para BMX freestyler ini akan potensi bahaya yang muncul?

Menurut Wendy, setiap pemain sadar akan hal ini.

“Kita sih lebih memandang sebuah insiden terjadi karena faktor kesialan aja, karena memang seperti itu yang paling banyak terjadi,” tutur Wendy.

Dicontohkannya, meski sudah memakai pelindung lutut, helm, dan siku saat bermain atau latihan, tapi kalau namanya celaka, kadang yang terkena benturan adalah bagian tubuh yang lain, seperti pergelangan tangan, dagu, dada, atau bahkan pantat.

“Oke misalnya kita pakai semua body protector yang ada, seperti pembalap motocross. Yang terjadi malah bisa lebih membahayakan lagi lho?” sergah Wendy.

Lha kenapa? Jadi penasaran nih. Sebab menurut Wendy, pemakaian body protector secara lengkap malah mengganggu pemain BMX freestyle.

“Paling terasa ya tubuh jadi berat. Kemudian gerakan anggota tubuh jadi kurang lincah atau kurang cepat. Sudut pandang jadi terbatas pula kalau misal pakai helm full face. Belum perasaan risih yang sering muncul,” papar Wendy.

Jika hal ini terjadi, menurut Wendy kondisinya bisa lebih berbahaya.

“Terutama saat memainkan trik lepas yang sangat berisiko. Maksudnya, kaki lepas dari pedal, atau tangan lepas dari setang,” kata Wendy sambil menyebut trik 180 paling sering merepotkan pemula sehingga punya potensi bahaya tinggi.

Dari sinilah Wendy mengembalikan cara pandang safety ini kepada masing-masing pemain. “Sebab menurut saya, masing-masing mereka ini yang paham seberapa cakap kemampuan mereka. Sebab kesadaran inilah yang menyelamatkan mereka,” tutup Wendy. (BM)



MORE STORIES