Latihan Dasar-Dasar Jumping Bersama M. Zulmi

Latihan Dasar-Dasar Jumping Bersama M. Zulmi

Home » Stories » Latihan Dasar-Dasar Jumping Bersama M. Zulmi
Boyo Maladi | 25 October 2021

Motocross memang identik dengan aksi jumping. Rasanya kalau enggak ada jumping, bukan motocross namanya.

Bicara soal jumping, M. Zulmi adalah salah satu crosser yang suka beratraksi di udara. Sampai-sampai julukan The Crazy Boy melekat padanya karena keberaniannya melompati handicap berupa double-stepping di ajang Trial Game Dirt yang 10 tahun sebelumnya mustahil dilakukan pembalap lain!

Namun demikian, Zulmi, crosser nasional yang tergabung dalam 76Rider MX Squad mengatakan teknik jumping untuk freestyle berbeda dengan motocross.

“Kalau untuk motocross, jumping itu bukan untuk gaya-gayaan seperti di freestyle, tapi digunakan juga sebagai titik overtaking, atau menyalip lawan. Karena itu jumping harus dilakukan dengan cepat untuk menyingkat waktu,” tutur Zulmi yang juga menjadi salah satu crosser wakil Jawa Timur dalam PON XX Papua awal Oktober 2021 mendatang.

“Jadi harus ditentukan dulu peruntukannya untuk apa, motocross atau freestyle,” kata Zulmi yang juga mendalami freestyle selain motocross.

Namun demikian, Zulmi sepakat bahwa dasar-dasar jumping itu harus diawali dari motocross. 

“Karena itu, buat teman-teman yang pengen belajar jumping harus menguasai dasar-dasar motocross,” sergah Zulmi. 

Paling penting adalah memahami riding position, seperti yang dituturkan Zulmi berikut ini.

Kaki menjepit kuat rangka/bodi motor

Paling penting adalah menjepit kuat rangka dengan kaki, agar motor tidak lepas saat melayang di udara. 

“Karena kalau lepas bisa fatal akibatnya,” kata Zulmi.

Selain itu, dengan menjepit kuat rangka atau bodi motor, pengendara bisa selalu mengendalikan motor dan menjaga keseimbangannya.

Posisi tangan

Menurut Zulmi, posisi tangan sebaiknya melebar agar motor bisa dikendalikan dengan baik. 

“Dan ketika turun atau menyentuh tanah, usahakan badan tetap berdiri dengan posisi tangan melebar dan kaki menjepit rangka motor,” kata Zulmi.

Mengetahui kapan waktu berdiri dan duduk

Posisi berdiri sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan. Sementara posisi duduk digunakan untuk mendapatkan traksi roda yang kuat ke tanah, juga centre of gravity atau titik pusat massa.

 “Kadang posisi jumpingan ada dekat tikungan. Nah ketika melibas tikungan atau berm ini posisi badan dalam posisi duduk, lalu selanjutnya ketika buka gas untuk ancang-ancang jumping posisi badan sambil diangkat sedikit,” tunjuk Zulmi. 

 

Tidak panik saat melayang

Ketika melayang di udara, pembalap sebaiknya tetap tenang dan tidak panik, harus berani! 

“Fokus sambil memastikan kedua kaki menjepit rangka dengan posisi badan berdiri untuk menjaga keseimbangan motor, sekaligus memastikan motor tidak lepas,” kata Zulmi.

Perbanyak jam terbang

Sementara ketika ditanya bagaimana agar menghilangkan rasa takut bagi pemula saat jumping, Zulmi mengatakan,hal itu hanya bisa diatasi dengan memperbanyak pengalaman, jam terbang dan mental pemberani.

“Bisa dilakukan dengan memperbanyak latihan, tapi jangan di sirkuit yang monoton atau itu-itu aja. Harus pilih jumpingan yang variatif,” kata Zulmi sambil menyarankan untuk pemula sebaiknya mengawali dulu latihan di jumpingan table top yang tidak terlalu tinggi, misal 2 meter. (BM)



MORE STORIES