Masih Adakah Gejala Brebet Pada Motor Injeksi?

Masih Adakah Gejala Brebet Pada Motor Injeksi?

Home » Stories » Masih Adakah Gejala Brebet Pada Motor Injeksi?
Boyo Maladi | 28 June 2021

Motor sekarang hampir semuanya menggunakan teknologi fuel injection, sehingga aliran bahan bakar bisa dikontrol secara elektronik, sesuai permintaan mesin. Bagi mekanik balap, tentu teknologi ini sangat memudahkan karena tidak perlu lagi melakukan setting, seperti pada karburator. Alhasil gejala motor kekurangan atau kelebihan bahan bakar bisa dihindari, termasuk gejala brebet.

Tapi iseng saja, coba kita tanyakan pada Gerry Salim yang sudah makan garam balapan dengan motor-motor berteknologi tinggi di berbagai kejuaraan internasional road race, termasuk Moto2 dan Moto3. Kira-kira pernah enggak mengalami gejala brebet pada motornya?

“Nggak pernah sih, baik waktu balapan di road race maupun supermoto, Gerry belum pernah alami,” senyum arek Suroboyo kelahiran 19 April 1997.

“Tapi dulu waktu masih balapan pakai motor bebek yang masih pakai karbu sering alami masalah brebet ini,” lanjut Gerry yang awali karier balap di pertengahan 2000-an.

Gerry juga menjelaskan, masalah brebet ini dulu sering terjadi karena setting karburator dilakukan secara manual melihat kondisi balap. Bisa karena campuran bahan bakar dan udara terlalu miskin (lean) atau kaya (rich) sehingga tidak sesuai kebutuhan mesin.

“Beda sama sekarang, kita tinggal setting ECU sesuai kebutuhan,” tukas Gerry yang kini juga tergabung dalam 76Rider Supermoto Squad.

Sebagai informasi, ECU bekerja dengan membaca perintah yang diberikan sesuai karakter dari motor. Kemudian, ECU akan mengukur besaran takaran bahan bakar yang akan dialirkan ke silinder.

“Dari sinilah gejala brebet ini bisa diminimalkan,” kata Gerry sambil menambahkan, gejala brebet biasa terjadi ketika ada masalah pada perangkat kelistrikan (busi, koil, CDI, dan lain-lain), atau volume pasokan bahan bakar yang tidak sesuai.

Hal senada disampaikan Agha Riansyah. Namun Agha menambahkan, bisa saja gejala brebet ini terjadi karena komponen mesin kemasukan air, terutama ketika balap dalam kondisi hujan.

“Bisa saja air masuk ke busi atau sela filter udara,” kata Agha sambil menjelaskan belum pernah alami masalah tersebut.

“Dulu waktu masih balap di grasstrack memang sering terjadi, karena tahu sendiri kan, di balap jenis ini kebanyakan menggunakan motor harian yang dimodifikasi untuk balap. Jadi kemungkinan ada kesalahan dalam pemasangan, atau penyetelan komponen mesin sangat besar,” tutur Agha yang tergabung dalam 76Rider MX Squad. (BM)



MORE STORIES