Penyebab Rem Overheat dan Cara Antisipasinya

Penyebab Rem Overheat dan Cara Antisipasinya

Home » Stories » Penyebab Rem Overheat dan Cara Antisipasinya
Boyo Maladi | 02 September 2021

Pemakaian rem terlalu ekstrim  menjadi salah satu penyebab terjadinya overheat pada perangkat penghenti laju. Jika hal ini terjadi akan membahayakan pengendara karena rem kehilangan kemampuannya dalam menghentikan laju motor.

Kembali ke penyebab terjadinya overheat pada rem, Agha Riansyah, pembalap peraih podium pertama di ajang FIM Asia Supermoto Class Superstock 2016 di Malang menjelaskan, pemakaian ekstrim pada rem tidak hanya terjadi di arena balap, tapi juga dalam pemakaian sehari-hari.

“Untuk pemakaian harian, penggunaan rem yang berlebihan biasanya terjadi ketika dipakai di daerah atau kawasan yang penuh dengan turunan curam. Misalnya di kaki pegunungan atau bukit,” buka pembalap kelahiran Pasuruan, 08 Mei 1992.

Biasanya ditandai dengan terciumnya bau karet terbakar dari arah tromol rem. 

“Pemakaian rem yang berlebihan di turunan seperti ini sama dengan rem dipakai untuk hard braking atau menghentikan laju motor secara seketika pada kecepatan tinggi,” tukas Agha yang tergabung dalam 76Rider MX Squad.

“Sebab jika rem dipakai terus menerus dengan intensitas tinggi, serta menahan beban yang terdistribusi ke depan saat dilakukan pengereman. Rem bisa njeblos,” lanjut Agha yang merupakan crosser sekaligus freestyler. 

Untuk itu, Agha memberikan beberapa tips pencegahan yang bisa diterapkan bagi para pengguna motor harian di jalan.

“Usahakan selalu untuk memeriksa kondisi kampas rem. Bisa dilihat dari ketebalan normal yang kira-kira masih 50 persen ketebalannya,” pesan Agha.

Agha juga menyarankan untuk memeriksa kekenyalan kampas. 

“Kalau sudah terasa sangat keras sekali, maka sebaiknya ganti kampas rem, karena ketika tetap dipakai hasilnya tak akan sepakem sebelumnya ketika masih baru,” jelas Agha sekaligus menyarankan untuk membersihkan sisa-sisa serpihan halus kampas rem pada tromol maupun pada permukaan kampas.

Selain itu, Agha juga menyarankan untuk menggunakan teknik pengereman dengan melakukan engine brake.

Metode tersebut adalah cara yang digunakan untuk memperlambat kecepatan kendaraan bermotor dengan menggunakan tenaga mesin. Caranya dengan menutup gas, dan menurunkan gigi persneling, sehingga kecepatan akan menurun dengan sendirinya.

“Nah ketika kita dibantu engine brake, kita ada kesempatan sesekali mengistirahatkan rem sehingga suhunya terjaga normal,” kata Agha.

Sementara bagi pemakai motor untuk keperluan performa, bisa juga melakukan penggantian minyak rem standar dengan spek racing use yang minimal punya DOT 4. 

“Bisa naik ke DOT 5, atau bahkan DOT 6 yang sekarang sudah mulai dijual,” info Agha.

Dijelaskan pula oleh Agha, pemakaian DOT racing use diperlukan karena pengereman keras atau hard braking secara terus menerus dengan durasi lama akan menyebabkan suhu minyak rem naik dan mendidih.

“Nah dengan DOT yang semakin tinggi, titik didih minyak rem ikutan naik atau lebih tinggi,” jelas Agha.

Terakhir, bisa juga melakukan penggantian kaliper dua piston dengan empat piston yang menurut Agha biasa dilakukan di kejuaraan supermoto. 

“Tapi untuk kejuaraan motocross, penggantian seperti ini jarang dilakukan karena pengereman ekstrim jarang terjadi,” tutup Agha. 



MORE STORIES