Tips Membeli Motor Trail Second ala DQ Motor Trail Shop

Tips Membeli Motor Trail Second ala DQ Motor Trail Shop

Home » Stories » Tips Membeli Motor Trail Second ala DQ Motor Trail Shop
Boyo Maladi | 10 October 2021

Membeli motor trail second seperti KawasakiKLX150, Honda CRF150 L, atau Yamaha WR155 terbilang gampang-gampang susah. Terutama untuk memilih motor yang belum pernah terjatuh. Sebab motor dual purpose kadang tak hanya dipakai untuk sehari-hari, tapi juga trabasan atau bahkan balapan, sehingga pasti ada kemungkinan motor pernah terjatuh.

Namun demikian Jannal Sung selaku pemilik, DQ Motor Trail Shop, bengkel dan toko khusus motor trail di kawasan Jl. Ketintang Baru Selatan punya beberapa tips membeli motor trail second. Kebetulan pria kelahiran Merauke tahun 1979 juga main motor off-road sejak 2002.

"Sebenarnya hampir sama aja... motor trail yang dipakai di jalan raya kalau bekas tabrakan atau jatuh akan beresiko cacat. Mulai cacat ringan seperti lecet-lecet atau yang paling berat shock breaker bengkok, triple clamp bengkok, dan frame juga bisa bengkok," buka Jannal.

Justru menurut Janal, motor Special Engine (SE) yang dipakai di trek tanah resiko rusaknya lebih kecil. Karena biasanya jatuhnya ke tanah yang lebih empuk.

"Tapi tetap juga harus teliti, terutama di bagian sub frame. Sering bengkok kalau jatuhnya ekstrem," wantinya.

Lanjutnya, rangka motor trail relatif lebih kokoh karena didesain untuk trek yang berat. 

"Tapi tetap harus waspada terutama bagian sub frame dan main frame-nya. Perlu dilihat, apakah ada yang bengkok, patah atau retak," tunjuknya.

Untuk memeriksa kerusakan pada sub frame, para pengguna bisa melihatnya dari  kondisi sepatbor belakang. Apakah kondisinya lurus dengan ban belakang. 

"Tapi kalau main frame atau rangka utama harus lihat satu per satu detailnya," tukas Janal.

Pada bagian kaki-kaki, kita juga harus melihat bagian fork-nya. 

"Apakah bocor seal-nya, apakah as fork-nya bengkok atau ada lecet, cacat? Apakah tabungnya ada yang cacat, dan triple clamp apakah bengkok? Ini yang harus dicari tahu," kata Janal.

Sementara kalau bagian shock breaker, biasanya bocor, dan asnya cacat.

 "Tapi ada juga yang sudah enggak berfungsi baik. Bisa dicoba dengan melakukan genjot-genjot," infonya.

Lanjut ke mesin, pemeriksaan pertama di bagian tersebut bisa dilihat ketika kondisi mesin dingin. 

"Apa di-starternya gampang? Kemudian suara mesin apakah normal atau tidak," jelasnya.

Cek juga ketika kondisi mesin panas. 

"Apakah masih bisa langsam? Atau berasap untuk yang 4-tak? Kalau tampak luar bisa dilihat dari baut-bautnya, apakah sudah sering dibongkar, apakah olinya banyak yang keluar atau tidak," ungkap Janal.

Sementara untuk bagian detail yang lain, biasanya kita lihat, apakah baut-bautnya masih orisinal atau tidak.

 "Ini biasanya menunjukkan motornya terawat atau tidak," jelas Janal.

Periksa juga bagian cover, ada yang pecah atau tidak. Pelek dan ban masih layak atau tidak, sampai ke kampas rem. 

"Sebaiknya membeli motor bekas itu tahu sejarah penggunaan sebelumnya. Itu lebih baik. Juga usahakan melihat dan mencoba langsung motor yang akan dibeli. Itu jauh lebih baik lagi, agar tidak salah pilih," pungkas Janal. 



MORE STORIES