Downhill Bike

Track Breakdown: Sirkuit Bukit Peusar

Dimas | 31 March 2026

Sirkuit Bukit Peusar di Tasikmalaya, Jawa Barat merupakan salah satu lintasan balap motor paling dikenal di Indonesia, tak hanya karena sejarahnya yang panjang sebagai venue kompetisi, tetapi juga karena karakter teknis sirkuit yang menantang bagi rider berbagai tingkat. 
 

Lokasi 
 

Terletak di Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Bukit Peusar dibangun pada akhir 2000an dan resmi mulai digunakan sejak 2008 sebagai sirkuit permanen untuk ajang balap motor lokal hingga nasional. Dilansir TAGAR, selama bertahun-tahun, lintasan ini dipakai untuk berbagai kejuaraan, termasuk Kejurnas dan kejuaraan klub serta sering menjadi tuan rumah event besar. Di antaranya adalah Yamaha Cup Race dan Superchallange Supermoto Race. 
 

Panjang Lintasan & Karakter Teknik
 

Sirkuit Bukit Peusar memiliki panjang sekitar 1,2 km (1200 meter) yang dilengkapi sejumlah tikungan dan elevasi yang menantang, sehingga tidak sekadar melulu soal kecepatan lurus tetapi juga penanganan motor secara teknikal. Dilansir Superlive, bentuk lintasan ini menghadirkan kombinasi belokan tajam, tikungan rolling speed, dan bagian menanjak, yang mendorong rider untuk memiliki kemampuan pengereman presisi dan exit corner yang efektif. 
 

Karakter tanjakan di beberapa bagian sirkuit menuntut rider untuk menjaga momentum mesin dan grip ban, terutama ketika memulai akselerasi dari tikungan bertingkat atau menanjak. Elevasi ini tidak hanya menambah tantangan fisik bagi pembalap, tetapi juga memengaruhi strategi set-up motor, termasuk suspensi dan rasio gearing yang akan lo pasang. 
 

Peran dalam Kompetisi & Event
 

Bukit Peusar sering menjadi panggung kompetisi balap motor di Indonesia mulai balap roda kecil seperti underbone, sport, maupun Supermoto dan drag dengan antusiasme besar dari komunitas balap dan penonton lokal seperti yang disebut laman Yamaha. Pada Superchallenge Supermoto Race 2024, sirkuit ini menjadi venue Seri 2 yang diikuti puluhan rider nasional dari berbagai kelas seperti FFA 250 dan Trail 180. Sementara itu, seri terakhir Yamaha Cup Race (YCR) 2025 juga dipilih berlangsung di Bukit Peusar, menunjukkan peran lintasan ini sebagai arena utama kompetisi road race nasional. 
 

Desain Sirkuit & Tantangan Rider
 

Desain sirkuit yang relatif pendek tetapi teknikal membuat Bukit Peusar ideal sebagai uji arena kecepatan, cornering, dan strategi balap. Tikungan berganti-ganti serta elevasi menanjak memberi pengalaman berbeda antar seri dibanding sirkuit lain yang lebih rata. Kondisi ini mendorong rider untuk menemukan racing line yang tepat, menyeimbangkan antara agresivitas akselerasi dan kontrol motor. 
 

Selain itu, antusias penonton yang biasanya memadati tribun dan area sekeliling menambah atmosfer kompetisi di setiap event menegaskan bahwa Bukit Peusar bukan sekadar lintasan, tetapi juga pusat budaya balap motor di Jawa Barat. 
 

Sirkuit Bukit Peusar adalah contoh sirkuit teknikal yang menuntut keterampilan lo lebih dari sekadar kecepatan. Dengan panjang sekitar 1,2 km dengan elevasi menanjak dan tikungan variative. Sirkuit ini menjadi arena balap menarik untuk Supermoto, road race, dan event komunitas. Kombinasi karakter lintasan dan sejarah event yang kuat membuat Bukit Peusar menjadi salah satu lintasan ikonik di kalender balap motor Indonesia. 

Share this story:

CHECK OUT OTHER STORIES

Stay Sharp: The Role of Caffeine in Supermoto Performance

Dalam dunia Supermoto yang butuh konsentrasi, fokus mental, reaksi cepat dan endurance sangat penting bagi... read more

#76Rider Supermoto Squad

Tire Weight & Heat: The Secret Formula Behind Supermoto Speed

Dalam Supermoto, ban bukan sekadar komponen yang menopang motor, tetapi jadi faktor penentu gaya... read more

#76Rider Supermoto Squad

The Uniqueness of Supermoto Tracks

Tidak seperti cabang balap motor lainnya yang hanya berlomba di permukaan aspal mulus atau... read more

#76Rider Supermoto Squad