Track Downhill Mana Yang Paling Menantang Bagi Jambol?

Track Downhill Mana Yang Paling Menantang Bagi Jambol?

Home » Stories » Track Downhill Mana Yang Paling Menantang Bagi Jambol?
Boyo Maladi | 08 February 2021

Muhammad Abdul Hakim atau lebih akrab disapa Jambol, adalah atlet downhill dengan berbagai prestasi, baik di kejuaraan nasional Downhill, maupun Kejuaraan Asia MTB Series. Selain itu, Jambol juga beberapa kali mengikuti kejuaraan downhill di Eropa. Jadi pengin tahu nih, kira-kira track downhill mana di Indonesia yang paling menantang menurut Jambol?

Ditanya demikian, pria kelahiran Jepara, 24 Mei 1996 ini langsung menyebut track Ternadi Bike Park, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah adalah yang paling menantang.

“Bisa dibilang salah satu trek yang paling ekstrem di Indonesia,” buka Jambol. “Track high speed dengan panjang sekitar 2,2 km, dan memiliki jalur single track atau jalur setapak dengan sisi bagian kanan adalah jurang.  Ditambah lagi banyak obstacle alam yang ekstrem seperti gap jump cukup panjang, dan rock garden yang sulit ditaklukkan.,” jelas Jambol.

Namun jika dibandingkan dengan track di luar negeri, terutama Eropa, menurut Jambol, track Ternadi Bike Park ini masih kalah jauh. Jambol menyebut, Spicak Bike Park di Republik Ceko adalah salah satu track paling menantang bagi dirinya.

“Bayangin aja. Untuk loading angkut sepeda ke tempat start aja kalau di trek yang ada di Indonesia masih bisa dilakukan menggunakan mobil. Tapi di Spicak Bike Park ini harus pakai kereta gantung,” ungkap Jambol.

Dikatakan oleh Jambol, itu menandakan wilayah yang ada di Spicak Bike Park ini sangat curam, dengan jalur ekstrem yang tak bisa dilalui kendaraan.

“Belum lagi jalurnya. Dari atas sampai bawah, semua berupa obstacle. Paling banyak rock garden yang kira-kira sampai 75%. Ada juga roots garden, gap jump cukup besar, dengan panjang trek mencapai 2.5 Km,” tutur Jambol yang juga pernah mencoba track di Kranjska Gora - Slovenia.

Saat ditanya, apa kriteria trek yang dianggap expert itu, Jambol mengatakan, itu biasanya dilihat dari tingkat kecuramannya. Semakin curam tingkat elevasinya sehingga minim pedaling, ditambah dengan jumlah dan ragam obstacle yang banyak, tentu semakin menantang dan bisa dianggap bahaya bagi pemula.

“Kalau sudah begini, biasanya penyelenggara akan membedakan jalur untuk peserta kategori Hobi (kelas Youth/Pemula, Women Open, Master), dan kategori Prestasi (kelas Men Elite, Men Junior, Women Elite),” tutup Jambol. (BM)



MORE STORIES