Dimas | 06 July 2026
Selama bertahun-tahun, Supermoto identik dengan motor motocross atau enduro yang dimodifikasi menjadi motor balap asphalt-dirt. Namun memasuki 2026, skena Supermoto global sedang mengalami perubahan besar. Kini semakin banyak pabrikan yang menghadirkan motor Supermoto siap balap langsung dari pabrik (ready-to-race) sehingga lo tidak perlu lagi merakitnya dari motor trail lalu melakukan konversi besar-besaran hingga menjadi motor Supermoto.
Perubahan ini terlihat jelas pada model-model kompetisi modern seperti KTM 450 SMR dan Husqvarna FS 450, yang sejak awal dirancang khusus untuk kebutuhan Supermoto dengan sasis, suspensi, rem, dan ergonomi yang difokuskan untuk lintasan.
Jika dulu motor Supermoto balap mengandalkan setup mekanis murni, kini era baru ditandai oleh hadirnya elektronik bawaan pabrik. Dilansir platform KTM Press Center, KTM 450 SMR 2026 hadir dengan Launch Control, Quickshifter, Traction Control, serta pilihan mapping mesin yang dapat diakses langsung dari setang.
Menurut platform situs Husqvarna, Husqvarna FS 450 2026 juga mengusung filosofi serupa. Motor ini dilengkapi Launch Control, Quickshifter, Traction Control, dan dua pilihan karakter mesin yang memungkinkan lo menyesuaikan reaksi motor sesuai kondisi lintasan.
Quickshifter menjadi salah satu teknologi yang paling mengubah cara pembalap mengendarai motor Supermoto modern. Sistem ini memungkinkan perpindahan gigi tanpa menggunakan kopling saat akselerasi sehingga waktu perpindahan gigi menjadi lebih cepat dan konsentrasi lo tetap fokus pada pengereman maupun racing line.
Sementara itu, Launch Control membantu mengoptimalkan traksi saat start. Sistem elektronik akan mengatur penyaluran tenaga ke roda belakang sehingga risiko wheelspin berlebihan dapat dikurangi dan akselerasi menjadi lebih konsisten.
Traction Control yang dahulu identik dengan MotoGP atau Superbike kini mulai menjadi fitur standar pada motor Supermoto balap modern. Dilansir MX Large, teknologi ini memonitor putaran mesin dan bukaan throttle untuk membantu menjaga traksi ketika grip lintasan berubah, terutama pada kondisi basah atau permukaan yang kotor.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa Supermoto tidak lagi hanya mengandalkan kemampuan mekanik rider dan tuner. Kini performa ditentukan oleh kombinasi antara keterampilan pembalap dan kecanggihan sistem elektronik yang bekerja di belakang layar.
Meski demikian, filosofi dasar Supermoto tetap sama. Balapan masih berlangsung di lintasan yang memadukan asphalt dan dirt, dengan penekanan pada kemampuan rider untuk menguasai berbagai kondisi permukaan dalam satu lap.
Memasuki 2026, dunia Supermoto berada dalam fase menarik karena motor semakin canggih, elektronik semakin pintar, dan paket ready-to-race semakin mudah diakses. Jika era lama dikenal sebagai era modifikasi, maka era baru Supermoto bisa disebut sebagai era factory-built performance, ketika motor datang dari pabrikan dengan kualitas teknologi yang sebelumnya hanya ditemukan di paddock balap profesional.
Dalam balap Supermoto, salah satu momen paling brutal terjadi saat rider melakukan hard braking... read more
#76Rider Supermoto Squad
Dalam dunia Supermoto, teknik foot out atau menjulurkan kaki saat memasuki tikungan bukan sekadar... read more
#76Rider Supermoto Squad
Dalam dunia Supermoto, satu jenis motor bisa memiliki dua “kepribadian” yang sangat berbeda: sebagai... read more
#76Rider Supermoto Squad